Kegiatan PHRI Bali| Jumat, 23 Desember 2016

Undangan dari             : DPD Perbarindo Bali

Hari / Tanggal              :  Jumat,, 23 Desember 2016

Waktu                              : 09.00 wita

Tempat                           : Hotel Royal Tulip Saranam Resort

Agenda                           : Narasumber Seminar Potensi Hotel dan Restoran Tahun 2017

Hadir                               : Dr. Ni Made Eka Mahadewi, M.Par, CHE (Biro Bidang Penelitian dan Pengembangan)

Kegiatan PHRI Bali | Selasa, 20 Desember

Stakeholder Pariwisata di bawah Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Daerah Bali mengadakan Diskusi Pariwisata bersama  Gubernur Bali, Bapak Made Mangku Pastika pada Selasa, 20 Desember 2016, bertempat di Gedung Bali Tourism Board Lantai II. Pada kesempatan ini hadir seluruh ketua stakeholder pariwisata serta dewan penasehat GIPI Bali, Bapak Ida Bagus Ngurah Wijaya. Beliau mengatakan pertumbuhan pariwisata Bali secara umum sebetulnya sudah cukup bagus, hal ini terbukti jumlah kedatangan wisman meningkat di atas 21 %, 21 % ini merupakan tertinggi di Indonesia. Beliau juga menambahkan, kalau saja runway Bandara Internasional Gusti ngurah Rai bisa ditambah maka jumlah wisatawan akan lebih banyak lagi.

Hal senada juga ditambahkan oleh Ketua BPPD Bali, Bapak Cok Ace. Saat ini lama tinggal wisatawan di Bali banyak terpotong lantaran wisatawan banyak memilih untuk mengunjungi destinasi wisata lain seperti Lombok. Wisatawan memang lebih tertarik untuk mengunjungi Lombok dengan penerbangan yang hanya 30 menit, ketimbang misalnya harus ke Ubud yang butuh waktu 2 jam. Disamping memang ada keluhan bila destinasi yang ada di Bali sudah tidak menarik lagi sehingga memang diperlukan untuk adanya pembenahan.

Gubernur Bali mengakui peran pemerintah sangat diperlukan untuk mengatur agar pariwisata tidak menimbulkan kesenjangan. Saat ini pariwisata Bali hanya terpusat di Badung, Gianyar dan Denpasar, oleh karena itu harus ada terobosan – terobosan yang dilakukan misalnya dengan menambah destinasi baru di utara, timur dan barat. Apabila tadi keluhannya di infrstruktur, jalan yang berliku – liku dan krodit menyebabkan orang malas pergi ke Ubud, Kintamani  atau ke Bedugul sementara yang bisa dibuat itu adalah jalan shortcut. Menurut Bapak Pastika, sebetulnya ada dilema ketika ingin meningkatkan jumlah wisatawan yang datang , mau tidak mau fasilitas juga harus ditambah. Pihaknya juga setuju bila kenaikan jumlahwisatawan tidak dibarengi dengan kualitas dalam artian wisatawan banyak yang datang namun banyak yang tidak membelanjakan uangnya di Bali.Bagaimana bisa menjasi pariwisata yang berkualitas, tandasnya. (*AF)

Kegiatan PHRI Bali

Undangan dari : Consul Finland

Hari / tanggal   : Jumat, 2 Desember 2016

Waktu                  : 18.30 – 20.30 wita

Tempat               : Segara Village Hotel

Agenda               : Inauguration of the Bali Honorary Consul to the Republic of Finland

Hadir                    : Dr. Ir. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si ( Ketua PHRI Bali )

 

Kegiatan PHRI Bali | Jumat, 2 Desember 2016

Dalam rangka membangun dunia pertanian Indonesia yang positif, produktif dan berkeadilam , melalui integrasi yang kuat antar petani degan pasar (masyarakat, industri maupun pemangku kepentingan lainnya),tanpa adanya integritas yang kuat antar pertanian dan pasar maka akan menjadi sumber masalah bagi kedua belah pihak yang diakibatkan oleh tidak terpenuhinya prinsip – prinsip efesiensi serta efetifitas. Missing link yang terjadi sebagian besar diakibatkan oleh terbatasnya media / forum yang mampu menjembatani kedua belah pihak secara produktif. Oleh karena itu, dengan kondisi tersebut diatas maka  JCI Farmers Club dan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengambil langkah – langkah strategis yang diharapkan mampu menjadi solusi permanen terhadap sederet permasalahan ini  melalui penyelenggraan kegiatan Agricultural Network Indonesia yang kemudian disingkat AGRINESIA 2016 dengan tag line “When Farmers meet Buyers” yang disenggarakan tanggal 1 s/d  4 Desember 2016 bertempat di Inna Grand Bali Beach Sanur.Adapun misi dari acara ini adalah mengkatalisasi seluruh pemangku kepentingan seperti pemerintah, bisnis, akademisi, maupun masyarakat untuk bersama – sama membangun iklim pertanian dan industri Indonesia yang sehat dan berkelanjutan serta dapat menciptakan ruang yang seluas – luasnya bagi petani dan pengguna hasil pertanian / pasar untuk berinteraksi secara produktif dan saling menguntungkan, membangun rantai produksi yang efektif , efesien dan berkeadilan (fair trade) sehingga memberikan benefit dan profit yang proporsional bagi semua pihak yang terkait. (*AF)

Kegiatan PHRI Bali | Rabu, 21 Desember 2016

Pengukuhan Pengurus PHRI BPC Kota Denpasar periode 2016 – 2021 resmi dikukuhkan pada  Rabu, 21 Desember 2016  bertempat di Puri Santrian, Sanur. Pengukuhan pengurus yang dipimpin oleh IB Gede Sidharta Putra tersebut dikukuhkan oleh Ketua PHRI BPD Provinsi Bali Bapak Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Cok Ace.  Kegiatan Pengukuhan yang dirangkaikan dengan Rakercab I PHRI BPC Kota Denpasar ini dibuka oleh Sekda Kota Denpasar Bapak AAN Rai Iswara. Dalam sambutannya, Rai Iswara yang pada kesempatan ini hadir mewakili Bapak Walikota Denpasar mengatakan menaruh harapan besar agar PHRI Denpasar nantinya mampu mengambil peran seperti meningkatkan daya saing dengan memberikan motivasi kepada anggotanya untuk mendorong percepatan sertifikasi usaha maupun kompetensi SDM. Selain itu, beliau mengingatkan agar PHRI Denpasar mendukung Sanur sebagai sustainable tourism observatory yang menjadi program pemerintah pusat untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan serta meningkatkan promosi dan penguatan industri dalam bidang pemasaran. Tidak lupa beliau juga mengingatkan agar dalam menjalankan tugas hendaknya berpegang teguh pada konsep ajaran catur marga sesuai dengan ajaran Agama Hindu sementara itu Ketua PHRI Bali Bapak  Cok Ace ada dua permasalahan serius yang harus diperbaiki  di sektor pariwisata Bali. Masalah pertama adalah masalah accesbility dan yang kedua adalah daya tarik objek. Dalam sambutannya Ketua PHRI Kota Denpasar Bapak IB Gede Sidharta Putra mengatakan, kemajuan pariwisata tidak bisa dipisahkan dari peran para praktisi dan stakeholder industri pariwisata sehingga dibutuhkan strategi pembangunan kepariwisataan yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi saja akan tetapi aspek sosial , budaya dan lingkungan. Sinergitas berbagai aspek tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan pariwisata Indonesia dalam berpartisipasi bagi pembangunan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. (*AF)


Beragam misi diemban PHRI sebagai organisasi yang memayungi anggotanya yang bergerak di bidang perhotelan, restoran, jasa boga serta lembaga pendidikan pariwisata, diantaranya mengembangkan potensi anggota, bimbingan, konsultasi, penggalangan kerjasama & solidaritas, memberikan perlindungan, promosi dalam & luar negeri, serta penelitian, perencanaan pengembangan usaha.


Narasumber Seminar Potensi Hotel Dan Restoran Tahun 2017

2016/12/27 - Kegiatan PHRI Bali| Jumat, 23 Desember 2016 Undangan dari             : DPD Perbarindo Bali Hari / Tanggal              :  Jumat,, 23... Lebih lanjut >

Diskusi Pariwisata Bersama Gubernur Bali

2016/12/24 - Kegiatan PHRI Bali | Selasa, 20 Desember Stakeholder Pariwisata di bawah Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Daerah Bali mengadakan Diskusi Pariwisata... Lebih lanjut >

Inauguration Of The Bali Honorary Consul To The Republic Of Fi

2016/12/24 - Kegiatan PHRI Bali Undangan dari : Consul Finland Hari / tanggal   : Jumat, 2 Desember 2016 Waktu                  : 18.30 – 20.30... Lebih lanjut >

More news update>



Misi PHRI

Misi penting diemban PHRI sebagai organisasi yang memayungi anggotanya yang bergerak di bidang perhotelan, restoran, jasa boga serta lembaga pendidikan pariwisata, diantaranya mengembangkan potensi anggota, bimbingan, konsultasi, penggalangan kerjasama & solidaritas. Lebih lanjut >

Bagaimana menjadi anggota PHRI?

Setiap calon anggota yang ingin menjadi anggota wajib mengajukan permohonan & pernyataan tertulis berisi kesediaan mematuhi dan menjalankan AD dan ART serta pedoman-pedoman pokok organisasi lainnya, yang dikeluarkan oleh BPP, BPD atau BPC. Lebih lanjut >

PHRI Bekerja Untuk Anggota

Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Lokal. PHRI menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya lokal dengan cara melaksanakan program-program pelatihan dengan institusi-institusi pendidikan dan penekanan pada transfer of skill dari tenaga-tenaga asing. Lebih lanjut >