Kegiatan PHRI Bali | Jumat, 13 Oktober 2017

Celuk Jewellry Festival 2017 secara resmi dibuka oleh Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga pada Jumat, 13 Oktober 2017.  Bertempat di area Wantilan Pura Dalem Celuk, Desa Celuk Sukawati, Gianyar, ajang Celuk Jewellry Festival 2017 mengangkat tema : “Mahakarya Mustika Nusantara” dengan mengangkat karya-karya terbaik dari seniman dan pengrajin perhiasan Indonesi, diharapkan bisa mempromosikan sekaligus mengangkat karya seniman dan pengrajin perhiasan emas dan perak setempat. Pelaksanaan event yang digelar dari tanggal 13 Oktober – 15 Oktober 2017 ini, panitia menargetkan 2.000 pengunjung yang hadir. Selain menampilkan aneka produk perak, panitia juga mengemas acara dengan Jewellry fashion Show dengan wardrobe dari Tjok abi dan Shinta Chrisna Boutique dan dikolaborasikan dengna koleksi aksesoris dari para pengrajin perhiasan perak di Celuk. Selain acara fashion show, diadakan pula seminar kewirausahaan dengan pembicara Panudiana Khun (Ketua Apindo Bali), Dr. Windu Segara Senet (founder Mangsi coffee), seminar desa wisata dengan pembicara Jero Mangku Kandya (praktisi pariwisata), Tjokorda Gde Putra Sukawati (penglingsir Puri Ubud), A.A Rai Arma (founder museum ARMA), dan Gst. Ngurah Wisnu Wardhana (yayasan Tri Hita Karana) dan beberapa workshop seperti workshop pembuatan perhiasan tradisional Celuk, workshop desain perhiasan, workshop 3D desain,dan photography perhiasan.

Untuk memeriahkan acara, diadakan juga berbagai lomba seperti lomba penjor dan menghias janur, lomba desain produk perhiasan, lomba karaoke lagu pop Bali,lomba jewellry photography,lomba berbusana adat ke Pura dll. Selain lomba, Celuk Jewellry Festival 2017 juga dimeriahkan dengan pagelaran tabuh dan tari dari sanggar S’mara Murti dan juga pagelaran Bapang Barong dan Jauk persembahandari STT Yowana Jaya Celuk. Beberapa artis Bali juga turut memeriahkan acara CJF diantaranya Ray Peny, Deva & Band, Rasta flute band, Celekontong Mas, dll.(*AF)

 

Kegiatan PHRI Bali | Selasa, 18 April 2017

Rapat Kerja Daerah ke- II PHRI BPD Provinsi Bali yang dilaksanakan pada Selasa, 18 April 2017 bertempat di Meeting Room Royal Pitamaha Ubud. Rakerda kali ini mengangkat tema : ” Melalui Rapat Kerja Daerah PHRI BPD Kita wujudkan Pariwisata Bali Yang Harmonis” rakerda diikuti oleh Pengurus PHRI Bali, Dewan Penasehat PHRI Bali dan Ketua PHRI BPC Kabupten/Kota se- Bali.  Rakerda kali ini cukup strategis untuk membahas berbagai issu mengingat tanggal 24 – 27 April 2017 ini akan melaksanakan Rakernas  di Kota Banjarmasin – Kalimantan Selatan. Ketua PHRI Bali dalam sambutannya mengatakan Rakerda merupakan forum tertinggi menuju  Rakernas yang sangat strategis untuk membahas berbagai issu terutama issu nasional ataupun global. Pemerintah mulai gencar mengembangkan 10 destinasi baru, berdasarkan data statistik hal tersebut berdampak terhadap pertumbuhan  sebesar 22,5% (2015-2016) namun masa tinggal (lenght of stay) turun dari rata-rata 3,9 hari menjadi 3,1 hari, ada penurunan sebesar 20,5 % sehingga pertumbuhan Bali dari segi kwalitas hanya 2 % itulah yang dipeebutkan oleh hotel-hotel yang baru. Beberapa peraturan Menteri juga sering kali tidak relevan untuk diterapkan dengan kondisi Bali, misalnya badan usaha  (usaha kecil) yang mengharuskan berbadan hukum, tidak mungkin usaha yang memilik 1-2 kamar diwajibkan berbadan hukum PT. Demikian juga masalah tenaga kerja outsourcing termasuk masalah pembagian uang service yang wajib dibagi sedemikian rupa termasuk dengan pegawai kontrak, hal ini mekanismenya belum ada, masalah tersebutlah yang akan dibawa ke rakernas.Sebelum pembahasan materi rakerda, terlebih dahulu dilakukan penandatanganan MoU antara PHRI Bali dengan PT.Gapura angkasa tentang program ” Gapura Airport Hospitality”. oU ditandatangani langsung oleh Cok ace dengan General manager PT. Gapura Angkasa I Dewa Gede Mahayana. GM Gapura Angkasa menyampaikan, dalam meningkatkan citra pariwisata Bali penting memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh wisatawan khususnya saat kedatangan dan keberangkatandi airport. Setelah penandatangan MoU, pembahasan materi rakerda diawali dengan penyampaian pandangan umum dan laporan dari masing-masing PHRI Kabupaten/Kota.Diakhir pelaksanaan Rakerda Ketua PHRI Bli menyampaikan bahwa seluruh issue strategis yang mengemuka dari perwakilan PHRI Kabupate akan dirangkum dan selanjutnya dbahas kembali saat Rapim dan Rakernas.(*AF)

 

 

Kegiatan PHRI Bali | Kamis, 14 September 2017

Pembukaan Karangasem Travel Mart  dilakasanakan Kamis, 14 September 2017, bertempat di Taman Soekasada Ujung  yang terletak di Desa Tumbu, Kecamatan karangasem. Acara ini mendapat apreasiasi penuh dari Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri yang berharap event ini bisa menjadi momen strategis memperkenalkan pariwisata yang ada di Kabupaten Karangasem. Karangasem Travel Mart merupakan representasi keseriusan para pelaku industri pariwisata dalam memenuhi target pariwisata di Tahun 2019.Kegiatan yang dilaksanakan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap program Pesona Indonesia, selain itu juga sebagai upaya mewujudkan Karangasem ” The Spirit of Bali” . Acara yang mendapat dukungan dari Pemkab Karangasem melalui Dinas Pariwisata dan OPD terkait bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini, diharapkan dapat menjadi tempat bertemunya para pemilik jasa akomodasi hotel dan restoran, stakeholder industri pariwisata, praktisi pariwisata, masyarakat dan wisatawan dalam upaya mengenalkan potensi wisata di Karangasem yang kaya dengan berbagai hasil alam, kerajinan, potensi seni tradisional yang kreatif dan memperkenalkan Karangasem sebagai tujuan wisata olah raga. Karangasem Travel Mart ini digelar dari tanggal 14 s/d 17 September 2017 dan event-nya dipusatkan di Taman Soekasada Ujung dengan  agenda sebagai berikut : Tanggal 14 September Pembukaan, Tanggal 15 september dilaksanakan kegiatan business to business, 16 September tour bagi 80 buyer. Pada Karangasem Travel Mart ini juga akan ditampilkan pameran potensi Karangasem, pameran kuliner dan acara  hiburan. Rangkaian terakhir dari acara Karangasem Travel Mart adalah sport event, diantaranya half marathon, Karangasem bike serta zumba dan yoga. (*AF)

Kegiatan PHRI Bali | Minggu, 1 Oktober 2017

Kegiatan Sarasehan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilaksanakan di Taman Gong Perdamaian, Desa Budaya Kertalangu, dihadiri sebanyak 350 tokoh pariwisata di Bali. Dalam Sarasehan  yang mengusung tema “Melalui Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Kita Perkuat Toleransi Dalam Keberagaman Demi Perdamaian Untuk Mencapai Pariwisata Yang Berkualitas dan Berkelanjutan “. Narasumber pada acara sarasehan tersebut diantaranya Ketua Asosiasi FKUB Indonesia Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua Steering Comittee Gema Perdamaian Ida Rsi Wisesanatha, Ketua PHRI Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, serta Ketua DPD Indonesia Hotel General Manager association (IHGMA) Bali I Nyoman Astama. Sebelum pelaksanaan sarasehan dimulai, para undangan diajak mengunjungi Taman Garuda Pancasila  sekaligus memperingati Hari Kesaktian Pancasila  yang diisi dengan orasi tentang “Pancasila dalam Dinamika Kepariwisataan” yang disampaikan oleh wakil Ketua DPD IHGMA Bali. Sarasehan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran industri pariwisata sebagai leading sector atau lokomotif pembangunan di Bali agar benar – benar mampu menciptakan suasana kondusif dan harmonis di tengah – tengah dimensi multikultur , sosial, persaingan bisnis, tantangan berusaha  serta dalam kehidupan dan aktivitas sehari-hari. Disini bukan saja untuk mengenang tragedi bom Bali melainkan memberikan dan menumbuhkan rasa damai terhadap manusia, alam dan Tuhan. (*AF)

Kegiatan PHRI Bali |Kamis, 28 September 2017

Rapat Koordinasi Dinas Pariwisata Provinsi Bali pada hari Kamis, 28 September 2017 di Ruang Rapat Disparda Bali dengan agenda Pembahasan Skenario Penanganan Wisatawan Seandainya Terjadi Letusan Gunung Agung. Rapat dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan dipimpin oleh Deputi Bidang Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata RI yang dihadiri pula oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Bali Tourism Board/Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Bali dan asosiasi pariwisata di Bali. Rapat koordinasi ini membahas kondisi status daerah bencana, strategi komunikasi untuk meminimalisir berita dan informasi bohong/hoax, dan strategi mitigasi, serta evakuasi bila erupsi Gunung Agung terjadi. Untuk mengantisipasi sebaran debu, maka diharapkan hotel yang beratapkan bamboo dapat membuatkan talang untuk mengantisipasi debu. Para pelaku pariwisata juga diharapkan dapat menangani wisatawan, memberikan informasi dan penjelasan demi kenyamanan wisatawan, dan dapat membantu evakuasi wisatawan bila erupsi terjadi.(*AF)

 


Beragam misi diemban PHRI sebagai organisasi yang memayungi anggotanya yang bergerak di bidang perhotelan, restoran, jasa boga serta lembaga pendidikan pariwisata, diantaranya mengembangkan potensi anggota, bimbingan, konsultasi, penggalangan kerjasama & solidaritas, memberikan perlindungan, promosi dalam & luar negeri, serta penelitian, perencanaan pengembangan usaha.


Pembukaan Celuk Jewellry Festival 2017

2017/10/19 - Kegiatan PHRI Bali | Jumat, 13 Oktober 2017 Celuk Jewellry Festival 2017 secara resmi dibuka oleh Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Anak... Lebih lanjut >

Rakerda Ii Phri Bpd Provinsi Bali 2017

2017/10/16 - Kegiatan PHRI Bali | Selasa, 18 April 2017 Rapat Kerja Daerah ke- II PHRI BPD Provinsi Bali yang dilaksanakan pada Selasa, 18 April 2017 bertempat... Lebih lanjut >

Pembukaan Karangasem Travel Mart 2017

2017/10/09 - Kegiatan PHRI Bali | Kamis, 14 September 2017 Pembukaan Karangasem Travel Mart  dilakasanakan Kamis, 14 September 2017, bertempat di Taman Soekasada... Lebih lanjut >

More news update>



Misi PHRI

Misi penting diemban PHRI sebagai organisasi yang memayungi anggotanya yang bergerak di bidang perhotelan, restoran, jasa boga serta lembaga pendidikan pariwisata, diantaranya mengembangkan potensi anggota, bimbingan, konsultasi, penggalangan kerjasama & solidaritas. Lebih lanjut >

Bagaimana menjadi anggota PHRI?

Setiap calon anggota yang ingin menjadi anggota wajib mengajukan permohonan & pernyataan tertulis berisi kesediaan mematuhi dan menjalankan AD dan ART serta pedoman-pedoman pokok organisasi lainnya, yang dikeluarkan oleh BPP, BPD atau BPC. Lebih lanjut >

PHRI Bekerja Untuk Anggota

Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Lokal. PHRI menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya lokal dengan cara melaksanakan program-program pelatihan dengan institusi-institusi pendidikan dan penekanan pada transfer of skill dari tenaga-tenaga asing. Lebih lanjut >