Kegiatan PHRI Bali | Senin, 17 Juli 2017

Pembukaan kebun raya  Gianyar secara resmi dilakukan oleh Bambang Subiyanto selaku Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Banjar Pilan, Desa Kerta, Payangan . Proses ini dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Bupati Gianyar A.A.Gde Agung Bharata. Wakil Kepala LIPI Bambang Subiyanto mengaku sangat mengapresiasi langkah Bupati Gianyar untuk membangun Kebun Raya Gianyar sebagai kebun raya yang ke- 32 di Indonesia yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Kebun raya ini dibangun sebagai area konservasi , mengurangi laju degradasi keanekaragaman tumbuhan langka dan meningkatkan serta memanfaatkan potensi daerah secara optimal dan berkelanjutan.

Bupati Gianyar menyampaikan kebun raya Gianyar merupakan hutan adat yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar sehingga kondisinya masi sangat terjaga. Berada di areal tanah negara seluas 9,7163 ha dikelola secara turun temurun oleh kerama Desa Pilan , di dalamnya terdapat 41 jenis vegetasi asli yang yang didominasi oleh pohon – pohon berukuran  besar hingga jenis – jenis anggrek dan 36 jenis binatang diantaranya : berbagai jenis burung, kera dan menjangan. Pembangunan kebun raya Gianyar diawali dengan adanya usulan dari prebekel Desa Kerta kepada Bupati Gianyar dalam suratnya Nomor : 33/Pemb/I/2015 tanggal 14 Januari 2015 perihal Proposal Usulan Penatausahaan Hutan Desa Adat Pilan , kemudian ditindaklanjuti dengan mohon kajian kepada Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya – LIPI, dan hasil kajian Nomor : B-1158/IPH.3/KS/IV/2016 tanggal 18 april 2016 menyatakan hutan Desa Adat Pilan layak menjadi Kebun Raya Gianyar.Bupati Gianyar sangat mengapresiasi dan menghargai niat baik kerama Desa Pekraman Pilan untuk menjaga kelestarian hutan adat  dengan menyerahkan pengelolaan hutan adat Desa Pekraman Pilan menjadi kebun raya Gianyar. (AF)

Kegiatan PHRI Bali | Kamis 13 Juli 2017

Segenap stakeholder turut hadir dalam Peringatan  Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017 di ruang Kerta Gosana Puspem Badung diantaranya adalah Gubernur Bali yang diwakili Asisten I, I Dewa Putu Eka Wijaya Wardana,Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose,Kepala Badan Intelijen Daerah Bali Brigjen Pol I Wayan Sunarta, Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen  Pol I Putu Gede Suastawa,perwakilan Bupati/Walikota se- Bali, tokoh agama, tokoh masyarakat,mahasiswa, siswa peduli AIDS dan narkoba dll.

Kepala BNN Provinsi Bali, menegaskan Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia menjadi daerah tujuan perdagangan narkoba Internasional. Potensi penyalahgunaan narkoba sangat besar terjadi di Bali ,hal ini merupakan ancaman bagi masyarakatnya. Bahkan Indonesia secara keseluruhan saat ini sudah dalam kondisi darurat narkoba, sehingga perlu diantisipasi. Karena sedemikian berbahayanya narkotika, maka Suastawa pun mengajak seluruh masyarakat memerangi barang haram tersebut. Peringatan HANI ini sebagai momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa narkotika masih menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini, sembari menyatakan jumlah pecandu narkoba di Bali berkisar 62 ribu orang lebih, dimana Bali menempati urutan ke- 11 dari 34 Provinsi.

Kapolda Bali berkesempatan melakukan kuliah umum terkait peran Kepolisian Bali dalam penanganan narkoba. Kapolda menilai kejahatan narkoba lebih parah daripada terorisme. Hal itu disebabkan oleh peredaran narkoba mampu masuk ke seluruh elemen masyarakat baik orang kaya maupun orang miskin, pejabat maupun orang biasa, dewasa maupun anak – anak, daerah desa atau perkotaan.Polda Bali memiliki tim Counter Transnational Organized Crime Squad. Tim ini bertugas menanggulangi transaksional dan segala bentuk gangguan Kantibmas di Bali akan terus meningkatkan kerja sama dengan BNN Provinsi Bali dan aparat penegak hukum lainnya. (*AF)

 

 

Kegiatan PHRI | 11 Juni 2017

Dalam rangka Pengukuhan Pengurus PHRI BPC Kabupaten Buleleng Periode 2017 – 2022 yang diselenggarakan pada Minggu, 11 Juni 2017 bertempat di Krisna Adventure Aling – Aling, Banjar Anyar, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Acara ini diawali dengan pembacaan naskah pengukuhan oleh Sekretaris PHRI Bali Bapak Perry Markus, penyematan pin PHRI dan penyerahan pataka kepada Ketua terpilih Bapak Dewa Ketut Suardipa oleh Ketua PHRI Bali, Bapak Cok Ace. Adapun yang hadir pada acara tersebut diantaranya adalah  Bupati Buleleng, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketua PHRI BPD Provinsi Bali, Sekretaris PHRI Bali, Ketua PHRI BPC KabupatenKota se- Bali, segenap pengurus PHRI BPC Kabupaten Buleleng serta para pengusaha hotel dan restoran se- Kabupaten Buleleng.

Dengan dikukuhkannya Kepengurusan PHRI BPC kabupaten Buleleng yang baru diharapkan adanya geliat pariwisata di Buleleng lebih maju lagi, kegiatan yang berakhir pukul 22.00 wita ini berlangsung aman dan lancar. (*AF)

 

Kegiatan PHRI Bali | Jumat, 12 Mei 2017

Untuk ketiga kalinya dari tanggal 12 s/d 14 Mei 2017 diselenggarakan perayaan pesta kuliner  Ubud Food Festival yang mengambil tema : ” Every flavor is a story” . Festival inilah yang diharapkan sebagai festival yang menghadirkan koki terkenal , para pemilik restoran, produsen dan penggemar makanan yang akan hadir ke tempat liburan yang paling populer ini. Seluruh superstar koki baik dari Indonesia maupun luar negeri telah mengkonfirmasi  kehadiran mereka tahun ini bahkan banyak dari mereka yang telah mendapatkan penghargaan 50 restoran terbaik di Asia. Sebuah tambahan baru untuk program festival tahun ini adalah dapur pentas  yang baru, dengan adanya dapur pentas ini menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat secara pribadi dengan para pahlawan kuliner terbesar baik itu Jethro Vincnt, Arie Parikesit, koki terkenal India Manjunath Mural, atau supercook otodidak Bara Pattiradjwane.(*AF)

Kegiatan PHRI| Jumat, 19 Mei 201

Industri Pariwisata masih menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara. Untuk itu sektor ini akan terus menjadi lahan yang paling tepat untuk dikembangkan.Wisatawan budaya atau cultural tourism masih memegang porsi 52% dari aktivitas wisata di dunia, berdasarkan data tersebut posisi Bali masih sangat kuat dalam menghadirkan cultural tourism di Indonesia. Meskipun dengan kemajuan ekonomi dan berbagai aktivitas modernisasi, wilayah Bali masih tetap menjaga tradisi leluhurnya. Dan Ubud merupakan salah satu wilayah yang bersinergi membangun daerahnya sekaligus memperkuat tradisi dan budaya lokalnya.

Pada Kesempatan ini, dalam rangka untuk memberikan wadah kolaborasi dan interaksi bagi stakeholders lokal maupun global, Markplus, Inc. dan keluarga Puri Agung Ubud bersama dengan masyarakat Ubud kembali menyelanggarakan The 4th Ubud Royal Weekend (URW). Acara yang sudah diselenggarakan keempat kalinya ini mengangkat tema ” Entrepreneurship, Culture, and Tourism” diisi dengan pameran UMKM, peragaan busana, dan pegelaran seni budaya yang menyedot ribuan pengunjung. Sedangkan sesi seminar menghadirkan sejumlah narasumber yang diikuti ratusan peserta dari berbagai negara.Keseluruhan tema ini akan dipaparkan dalam rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari, 19 – 21 Mei 2017 di Kawasan Musium Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, Bali. Hermawan Kartajaya selaku President International Council for Small Business mengucapkan terima kasih kepada keluarga Puri Ubud, Tjok. Gde Putra Sukawati sebagai penglingsir Puri Agung Ubud, Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati yang berperan aktif dalam pengembangan pariwisata di Indonesia yang  juga merupakan Ketua PHRI Bali yang telah mempercayakan kolaborasi acara URW ini kepada Markplus, Inc. Hermawan berharap URW dapat memberikan kontribusi lebih untuk Ubud. The Ubud Royal Weekend kali ini juga menggandeng Ubud Homestay Association  untuk mengangkat peran peran wisata budaya dan wisata desa. Homestay merupakan tren menarik yang kinerjanya mampu menyelaraskan wirausaha berbasis budaya dan pariwisata.Pada kesempatan ini juga diresmikan program Pengembangan Desa Wisata yang didukung Kemenpar, , Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Desa Tertinggal dan Transmigrasi serta Kemenkop UKM. Desa Ubud juga dijadikan contoh bagi pengembangan desa wisata di Indonesia. (*AF)

 


Beragam misi diemban PHRI sebagai organisasi yang memayungi anggotanya yang bergerak di bidang perhotelan, restoran, jasa boga serta lembaga pendidikan pariwisata, diantaranya mengembangkan potensi anggota, bimbingan, konsultasi, penggalangan kerjasama & solidaritas, memberikan perlindungan, promosi dalam & luar negeri, serta penelitian, perencanaan pengembangan usaha.


Soft Opening Kebun Raya Gianyar

2017/07/25 - Kegiatan PHRI Bali | Senin, 17 Juli 2017 Pembukaan kebun raya  Gianyar secara resmi dilakukan oleh Bambang Subiyanto selaku Wakil Kepala Lembaga... Lebih lanjut >

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2017

2017/07/18 - Kegiatan PHRI Bali | Kamis 13 Juli 2017 Segenap stakeholder turut hadir dalam Peringatan  Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017 di ruang... Lebih lanjut >

Ubud Food Festival 2017

2017/05/22 - Kegiatan PHRI Bali | Jumat, 12 Mei 2017 Untuk ketiga kalinya dari tanggal 12 s/d 14 Mei 2017 diselenggarakan perayaan pesta kuliner  Ubud Food Festival... Lebih lanjut >

More news update>



Misi PHRI

Misi penting diemban PHRI sebagai organisasi yang memayungi anggotanya yang bergerak di bidang perhotelan, restoran, jasa boga serta lembaga pendidikan pariwisata, diantaranya mengembangkan potensi anggota, bimbingan, konsultasi, penggalangan kerjasama & solidaritas. Lebih lanjut >

Bagaimana menjadi anggota PHRI?

Setiap calon anggota yang ingin menjadi anggota wajib mengajukan permohonan & pernyataan tertulis berisi kesediaan mematuhi dan menjalankan AD dan ART serta pedoman-pedoman pokok organisasi lainnya, yang dikeluarkan oleh BPP, BPD atau BPC. Lebih lanjut >

PHRI Bekerja Untuk Anggota

Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Lokal. PHRI menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya lokal dengan cara melaksanakan program-program pelatihan dengan institusi-institusi pendidikan dan penekanan pada transfer of skill dari tenaga-tenaga asing. Lebih lanjut >