Kegiatan PHRI Bali | Jumat, 12 Mei 2017

Untuk ketiga kalinya dari tanggal 12 s/d 14 Mei 2017 diselenggarakan perayaan pesta kuliner  Ubud Food Festival yang mengambil tema : ” Every flavor is a story” . Festival inilah yang diharapkan sebagai festival yang menghadirkan koki terkenal , para pemilik restoran, produsen dan penggemar makanan yang akan hadir ke tempat liburan yang paling populer ini. Seluruh superstar koki baik dari Indonesia maupun luar negeri telah mengkonfirmasi  kehadiran mereka tahun ini bahkan banyak dari mereka yang telah mendapatkan penghargaan 50 restoran terbaik di Asia. Sebuah tambahan baru untuk program festival tahun ini adalah dapur pentas  yang baru, dengan adanya dapur pentas ini menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat secara pribadi dengan para pahlawan kuliner terbesar baik itu Jethro Vincnt, Arie Parikesit, koki terkenal India Manjunath Mural, atau supercook otodidak Bara Pattiradjwane.(*AF)

Kegiatan PHRI| Jumat, 19 Mei 201

Industri Pariwisata masih menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara. Untuk itu sektor ini akan terus menjadi lahan yang paling tepat untuk dikembangkan.Wisatawan budaya atau cultural tourism masih memegang porsi 52% dari aktivitas wisata di dunia, berdasarkan data tersebut posisi Bali masih sangat kuat dalam menghadirkan cultural tourism di Indonesia. Meskipun dengan kemajuan ekonomi dan berbagai aktivitas modernisasi, wilayah Bali masih tetap menjaga tradisi leluhurnya. Dan Ubud merupakan salah satu wilayah yang bersinergi membangun daerahnya sekaligus memperkuat tradisi dan budaya lokalnya.

Pada Kesempatan ini, dalam rangka untuk memberikan wadah kolaborasi dan interaksi bagi stakeholders lokal maupun global, Markplus, Inc. dan keluarga Puri Agung Ubud bersama dengan masyarakat Ubud kembali menyelanggarakan The 4th Ubud Royal Weekend (URW). Acara yang sudah diselenggarakan keempat kalinya ini mengangkat tema ” Entrepreneurship, Culture, and Tourism” diisi dengan pameran UMKM, peragaan busana, dan pegelaran seni budaya yang menyedot ribuan pengunjung. Sedangkan sesi seminar menghadirkan sejumlah narasumber yang diikuti ratusan peserta dari berbagai negara.Keseluruhan tema ini akan dipaparkan dalam rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari, 19 – 21 Mei 2017 di Kawasan Musium Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, Bali. Hermawan Kartajaya selaku President International Council for Small Business mengucapkan terima kasih kepada keluarga Puri Ubud, Tjok. Gde Putra Sukawati sebagai penglingsir Puri Agung Ubud, Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati yang berperan aktif dalam pengembangan pariwisata di Indonesia yang  juga merupakan Ketua PHRI Bali yang telah mempercayakan kolaborasi acara URW ini kepada Markplus, Inc. Hermawan berharap URW dapat memberikan kontribusi lebih untuk Ubud. The Ubud Royal Weekend kali ini juga menggandeng Ubud Homestay Association  untuk mengangkat peran peran wisata budaya dan wisata desa. Homestay merupakan tren menarik yang kinerjanya mampu menyelaraskan wirausaha berbasis budaya dan pariwisata.Pada kesempatan ini juga diresmikan program Pengembangan Desa Wisata yang didukung Kemenpar, , Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Desa Tertinggal dan Transmigrasi serta Kemenkop UKM. Desa Ubud juga dijadikan contoh bagi pengembangan desa wisata di Indonesia. (*AF)

 

Kegiatan PHRI Bali |Minggu, 7 Mei 2017

Pengurus Green Building Council Indonesia (GBCI) Perwakilan Bali dikukuhkan di Jimbaran Hub, ditandai denganpemberian plakat oleh Pengurus Pusat GBCI. Chairwomen GBCI Pusat Naning Adiwongso di Jimbaran Bali, mengharapkan dengan pengukuhan pengurus GBCI di daerah agar mampu berperan dalam menata lingkungan, terlebih Bali adalah daerah pariwisata yang semakin berkembang pesat. Kehadiran GBCI di Bali nantinya diharapkan dapat menata pembangunan fasilitas pariwisata antara lain hotel, villa yang harus mengedepankan kawasan lingkungan hijau termasuk juga penghematan dalam penggunaan energi listrik.

Terpilih sebgai ketua  GBCI Perwakilan Bali adalah Putu Agung Prianta. Selain itu GBCI juga menunjuk  beberapa orang penasehatnya yakni : Prof. Dr. Sulistyawati, Prof. Dr.Wayan Windia, Dr. Ir. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, M.SI, dan Prof. Dr. Putu Rumawan Salain.Ketua GBCI Bali mengatakan peresmian GBCI Bali ini diawali dengan pelatihan  ”Green Associate” selama dua hari yang diikuti 29 peserta dari kalangan arsitek dan teknik sipil yang bertujuan untuk melahirkan ” Green Practitioner”. Bagi peserta yang telah lulus pelatihan , maka akan bisa menjadi konsultan yang diakui secara  profesi . Green Practitioner ini nantinya adalah orang yang bisa menjadi konsultan yang dapat membawa bangunan di Bali dan Indonesia lebih hijau dan ramah lingkungan. GBCI  kami harapkan bisa memberi pengaruh terhadap proses pembangunan gedung atau bangunan yang ada di bali agar lebih ramah lingkungan karena ini erat hubungannya dengan konsep Tri Hita Karana yang ada di Bali.Dengan adanya Greenship yang bertugas untuk melakukan sertifikasi sebuah bangunan  hijau  maka itu akan memberi kepastian dan itu sudah dikenal dunia.

Sementara GBCI Pusat menambahkan saat ini terdapat 150 Green Practitioner di Indonesia, namun hanya 50 orang yang aktif dan sudah bersertifikat.Ia mengatakan GBCI sudah ada di 80 negara di dunia dengan sebuah komitmen global untuk menjadikan dunia kembali hijau atau ramah lingkungan.Bali punya konsep Tri Hita Karana ( keharmonisan dan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, sesama dan lingkungan) dan itu harus dipelihara.Dengan prinsip ini (Green Building) bangunan tersebut harus memenuhi kaidah hijau, ada konservasi lingkungan di dalamnya, membuat manusia jadi lebih hidup dan  lebih sehat. (*AF)

Kegiatan PHRI Bali | Kamis, 27 April 2017

Pelatihan Pertolongan Pertama merupakan pelatihan yang diberikan kepada setiap orang baik bagi karyawan perusahaan, organisasi, instansi baik petugas kesehatan maupun orang awam dalam menanggulangi suatu keadaan yang mengancam nyawa dengan situasi yang teerbatas dan segera. Keadaan gawat darurat dapat disebabkan oleh kecelakaan, penyakit, ataupun faktor kesengajaan.Tujuan dari pertolongan pertama adalah menyelamatkan jiwa korban, mencegah cacat, memberi rasa nyaman dan membantu proses penyembuhan. Upaya menjaga kesehatan harus disertai pengetahuan kesehatan yang luas, karena pengetahuan dapat melahirkan kesadaran untuk peduli dan menjaga kesehatan diri. Tetapi bila sakit yang kita derita hanya luka kecil atau kecelakaan ringan, maka diperlukan pertolongan ya g cepat agar tidak semakin parah. Hal ini biasa kira sebut dengan pertolongan pertama pada kecelakaan. Dengan diselenggarakannya training First Aid oleh Palang Merah Indonesia Provinsi Bali, bertempat di Markas PMI Jalan Imam Bonjol Denpasar diharapkan adanya peningkatan pemahaman dalam melakukan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan sehingga tingkat kecelakaan kerja yang menyebabkan penderita mengalami penurunan kualitas kerja untuk sementara waktu ataupun terjadi cacat permanen dapat dikurangi. Adapun materi yang  diberikan pada pelatihan ini adalah anatomi dan faal dasar,bantuan hidup dasar & resolusi jantung paru,pendarahan dan shock, cedera otot rangka, luka bakar, serta kedaduratan medis dan praktek pemindahan korban.Peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat dari PMI yang  sudah tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). (*AF)

Kegiatan PHRI Bali |

Tanggal 27 Pebruari menjadi peringatan hari jadi Kota DEnpasar yang tahun ini memasuki angka ke- 229. Sebelum puncak HUT yang akan diisi dengan berbagai agenda launching program inovasi Pemkot Denpasar serta malam apresiasi HUT Kota Denpasar tampak berbagai kegiatan memeriahkan pelaksanaan hari jadi Ibu Kota Provinsi Bali ini, seperti gelaran lomba budaya, olahraga hingga aksi kebersihan yang melibatkan seluruh masyarakat juga terlihat pada rangkaian HUT tahun ini yang mengangkat tema : ” Peningkatan Daya Saing Lokal Guna Memperkuat Denpasar Kota Cerdas Menuju Masyarakat Sejahtera dan Bahagia”. Dalam rangkaian HUT ini juga akan diisi dengan launching program Pemkot Denpasar serta malam puncak HUT akan diisi denga kegiatan malam apresiasi.Disamping keterlibatan masyarakat umum, tampak juga keterlibatan masyarakat disabilitas dalam agenda lomba Dharma Gita belum lama ini yng dibuka oleh Walikota Denpasar.

Sementara Sekda Kota Denpasar mengatakan tema HUT yang tidak terlepas dari komitmen Walikota dan Wakil Walikota dalam penguatan dan peningkatan daya saing lokal masyarakat Kota Denpasar. Di samping itukegiatanini tidak lepas dari partisipasi seluruh masyarakat Kota Denpasar lewat program Pemkot Denpasar dalam bingkaian berbagai kegiatan memberikan makna sinergitas program dalam membagun kota Denpasar.Perlombaan seperti lomba ngelawar, pindekakan,sunari, lomba kewanitaan melibatkan PKK, kebersihan dan penghijauan,hingga berbagai kegiatan launching program inovasi Pemkot Denpasar.Kegiatan jalan santai kali ini dikoordinir Dinas Pendidikan,Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar melibatkan ribuan peserta meliputi siswa sekolah, sekaa teruna, kadus serta lurah/ prebekel se- Kota Denpasar. (*AF)


Beragam misi diemban PHRI sebagai organisasi yang memayungi anggotanya yang bergerak di bidang perhotelan, restoran, jasa boga serta lembaga pendidikan pariwisata, diantaranya mengembangkan potensi anggota, bimbingan, konsultasi, penggalangan kerjasama & solidaritas, memberikan perlindungan, promosi dalam & luar negeri, serta penelitian, perencanaan pengembangan usaha.


Ubud Food Festival 2017

2017/05/22 - Kegiatan PHRI Bali | Jumat, 12 Mei 2017 Untuk ketiga kalinya dari tanggal 12 s/d 14 Mei 2017 diselenggarakan perayaan pesta kuliner  Ubud Food Festival... Lebih lanjut >

Ubud Royal Weekend 2017

2017/05/22 - Kegiatan PHRI| Jumat, 19 Mei 201 Industri Pariwisata masih menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara. Untuk itu sektor ini akan terus menjadi... Lebih lanjut >

Pengukuhan Pengurus Gbci Wilayah Bali

2017/05/13 - Kegiatan PHRI Bali |Minggu, 7 Mei 2017 Pengurus Green Building Council Indonesia (GBCI) Perwakilan Bali dikukuhkan di Jimbaran Hub, ditandai denganpemberian... Lebih lanjut >

More news update>



Misi PHRI

Misi penting diemban PHRI sebagai organisasi yang memayungi anggotanya yang bergerak di bidang perhotelan, restoran, jasa boga serta lembaga pendidikan pariwisata, diantaranya mengembangkan potensi anggota, bimbingan, konsultasi, penggalangan kerjasama & solidaritas. Lebih lanjut >

Bagaimana menjadi anggota PHRI?

Setiap calon anggota yang ingin menjadi anggota wajib mengajukan permohonan & pernyataan tertulis berisi kesediaan mematuhi dan menjalankan AD dan ART serta pedoman-pedoman pokok organisasi lainnya, yang dikeluarkan oleh BPP, BPD atau BPC. Lebih lanjut >

PHRI Bekerja Untuk Anggota

Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Lokal. PHRI menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya lokal dengan cara melaksanakan program-program pelatihan dengan institusi-institusi pendidikan dan penekanan pada transfer of skill dari tenaga-tenaga asing. Lebih lanjut >