Pengukuhan Pengurus GBCI Wilayah Bali

May 13, 2017

Kegiatan PHRI Bali |Minggu, 7 Mei 2017

Pengurus Green Building Council Indonesia (GBCI) Perwakilan Bali dikukuhkan di Jimbaran Hub, ditandai denganpemberian plakat oleh Pengurus Pusat GBCI. Chairwomen GBCI Pusat Naning Adiwongso di Jimbaran Bali, mengharapkan dengan pengukuhan pengurus GBCI di daerah agar mampu berperan dalam menata lingkungan, terlebih Bali adalah daerah pariwisata yang semakin berkembang pesat. Kehadiran GBCI di Bali nantinya diharapkan dapat menata pembangunan fasilitas pariwisata antara lain hotel, villa yang harus mengedepankan kawasan lingkungan hijau termasuk juga penghematan dalam penggunaan energi listrik.

Terpilih sebgai ketua  GBCI Perwakilan Bali adalah Putu Agung Prianta. Selain itu GBCI juga menunjuk  beberapa orang penasehatnya yakni : Prof. Dr. Sulistyawati, Prof. Dr.Wayan Windia, Dr. Ir. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, M.SI, dan Prof. Dr. Putu Rumawan Salain.Ketua GBCI Bali mengatakan peresmian GBCI Bali ini diawali dengan pelatihan  ”Green Associate” selama dua hari yang diikuti 29 peserta dari kalangan arsitek dan teknik sipil yang bertujuan untuk melahirkan ” Green Practitioner”. Bagi peserta yang telah lulus pelatihan , maka akan bisa menjadi konsultan yang diakui secara  profesi . Green Practitioner ini nantinya adalah orang yang bisa menjadi konsultan yang dapat membawa bangunan di Bali dan Indonesia lebih hijau dan ramah lingkungan. GBCI  kami harapkan bisa memberi pengaruh terhadap proses pembangunan gedung atau bangunan yang ada di bali agar lebih ramah lingkungan karena ini erat hubungannya dengan konsep Tri Hita Karana yang ada di Bali.Dengan adanya Greenship yang bertugas untuk melakukan sertifikasi sebuah bangunan  hijau  maka itu akan memberi kepastian dan itu sudah dikenal dunia.

Sementara GBCI Pusat menambahkan saat ini terdapat 150 Green Practitioner di Indonesia, namun hanya 50 orang yang aktif dan sudah bersertifikat.Ia mengatakan GBCI sudah ada di 80 negara di dunia dengan sebuah komitmen global untuk menjadikan dunia kembali hijau atau ramah lingkungan.Bali punya konsep Tri Hita Karana ( keharmonisan dan keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, sesama dan lingkungan) dan itu harus dipelihara.Dengan prinsip ini (Green Building) bangunan tersebut harus memenuhi kaidah hijau, ada konservasi lingkungan di dalamnya, membuat manusia jadi lebih hidup dan  lebih sehat. (*AF)