Rakerda II PHRI BPD Provinsi Bali 2017

October 16, 2017

Kegiatan PHRI Bali | Selasa, 18 April 2017

Rapat Kerja Daerah ke- II PHRI BPD Provinsi Bali yang dilaksanakan pada Selasa, 18 April 2017 bertempat di Meeting Room Royal Pitamaha Ubud. Rakerda kali ini mengangkat tema : ” Melalui Rapat Kerja Daerah PHRI BPD Kita wujudkan Pariwisata Bali Yang Harmonis” rakerda diikuti oleh Pengurus PHRI Bali, Dewan Penasehat PHRI Bali dan Ketua PHRI BPC Kabupten/Kota se- Bali.  Rakerda kali ini cukup strategis untuk membahas berbagai issu mengingat tanggal 24 – 27 April 2017 ini akan melaksanakan Rakernas  di Kota Banjarmasin – Kalimantan Selatan. Ketua PHRI Bali dalam sambutannya mengatakan Rakerda merupakan forum tertinggi menuju  Rakernas yang sangat strategis untuk membahas berbagai issu terutama issu nasional ataupun global. Pemerintah mulai gencar mengembangkan 10 destinasi baru, berdasarkan data statistik hal tersebut berdampak terhadap pertumbuhan  sebesar 22,5% (2015-2016) namun masa tinggal (lenght of stay) turun dari rata-rata 3,9 hari menjadi 3,1 hari, ada penurunan sebesar 20,5 % sehingga pertumbuhan Bali dari segi kwalitas hanya 2 % itulah yang dipeebutkan oleh hotel-hotel yang baru. Beberapa peraturan Menteri juga sering kali tidak relevan untuk diterapkan dengan kondisi Bali, misalnya badan usaha  (usaha kecil) yang mengharuskan berbadan hukum, tidak mungkin usaha yang memilik 1-2 kamar diwajibkan berbadan hukum PT. Demikian juga masalah tenaga kerja outsourcing termasuk masalah pembagian uang service yang wajib dibagi sedemikian rupa termasuk dengan pegawai kontrak, hal ini mekanismenya belum ada, masalah tersebutlah yang akan dibawa ke rakernas.Sebelum pembahasan materi rakerda, terlebih dahulu dilakukan penandatanganan MoU antara PHRI Bali dengan PT.Gapura angkasa tentang program ” Gapura Airport Hospitality”. oU ditandatangani langsung oleh Cok ace dengan General manager PT. Gapura Angkasa I Dewa Gede Mahayana. GM Gapura Angkasa menyampaikan, dalam meningkatkan citra pariwisata Bali penting memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh wisatawan khususnya saat kedatangan dan keberangkatandi airport. Setelah penandatangan MoU, pembahasan materi rakerda diawali dengan penyampaian pandangan umum dan laporan dari masing-masing PHRI Kabupaten/Kota.Diakhir pelaksanaan Rakerda Ketua PHRI Bli menyampaikan bahwa seluruh issue strategis yang mengemuka dari perwakilan PHRI Kabupate akan dirangkum dan selanjutnya dbahas kembali saat Rapim dan Rakernas.(*AF)