Ubud Royal Weekend 2017

May 22, 2017

Kegiatan PHRI| Jumat, 19 Mei 201

Industri Pariwisata masih menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara. Untuk itu sektor ini akan terus menjadi lahan yang paling tepat untuk dikembangkan.Wisatawan budaya atau cultural tourism masih memegang porsi 52% dari aktivitas wisata di dunia, berdasarkan data tersebut posisi Bali masih sangat kuat dalam menghadirkan cultural tourism di Indonesia. Meskipun dengan kemajuan ekonomi dan berbagai aktivitas modernisasi, wilayah Bali masih tetap menjaga tradisi leluhurnya. Dan Ubud merupakan salah satu wilayah yang bersinergi membangun daerahnya sekaligus memperkuat tradisi dan budaya lokalnya.

Pada Kesempatan ini, dalam rangka untuk memberikan wadah kolaborasi dan interaksi bagi stakeholders lokal maupun global, Markplus, Inc. dan keluarga Puri Agung Ubud bersama dengan masyarakat Ubud kembali menyelanggarakan The 4th Ubud Royal Weekend (URW). Acara yang sudah diselenggarakan keempat kalinya ini mengangkat tema ” Entrepreneurship, Culture, and Tourism” diisi dengan pameran UMKM, peragaan busana, dan pegelaran seni budaya yang menyedot ribuan pengunjung. Sedangkan sesi seminar menghadirkan sejumlah narasumber yang diikuti ratusan peserta dari berbagai negara.Keseluruhan tema ini akan dipaparkan dalam rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari, 19 – 21 Mei 2017 di Kawasan Musium Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, Bali. Hermawan Kartajaya selaku President International Council for Small Business mengucapkan terima kasih kepada keluarga Puri Ubud, Tjok. Gde Putra Sukawati sebagai penglingsir Puri Agung Ubud, Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati yang berperan aktif dalam pengembangan pariwisata di Indonesia yang  juga merupakan Ketua PHRI Bali yang telah mempercayakan kolaborasi acara URW ini kepada Markplus, Inc. Hermawan berharap URW dapat memberikan kontribusi lebih untuk Ubud. The Ubud Royal Weekend kali ini juga menggandeng Ubud Homestay Association  untuk mengangkat peran peran wisata budaya dan wisata desa. Homestay merupakan tren menarik yang kinerjanya mampu menyelaraskan wirausaha berbasis budaya dan pariwisata.Pada kesempatan ini juga diresmikan program Pengembangan Desa Wisata yang didukung Kemenpar, , Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Desa Tertinggal dan Transmigrasi serta Kemenkop UKM. Desa Ubud juga dijadikan contoh bagi pengembangan desa wisata di Indonesia. (*AF)