PHRI Bekerja Untuk Anggota

Bidang Pemerintahan, Investasi dan Hukum

PHRI percaya bahwa untuk mencapai tujuan pembangunan diperlukan hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen bangsa, termasuk pemerintah dan DPR. Langkah-langkah yang dilakukan oleh PHRI adalah dengan memberikan data, analisis, proyeksi sesuai dengan kompetensi serta melakukan dialog-dialog (lobi-lobi) dengan pemerintah dan DPR. Atas dasar masukan yang diberikan oleh PHRI diharapkan peraturan-peraturan yang dibuat eksekutif bersama legislatif dapat menciptakan iklim yang kondusif terhadap perkembangan industri pariwisata. Jadi dengan peraturan atau hukum yang jelas dan kondusif, diharapkan semua anggota akan merasa terlindungi. Di samping tersebut di atas, secara spesifik anggota PHRI akan mendapatkan manfaat seperti berikut ini.

  • Setiap anggota yang menemui hambatan di bidang birokrasi (pemerintah), PHRI akan memfasilitasi selama berada dalam koridor hukum dan aturan sehingga hambatan-hambatan teknis, birokrasi dan sejenisnya tidak menjadi penghalang/memperlambat dalam melaksanakan usaha yang pada akhirnya dapat membebani dan menimbulkan ekonomi biaya tinggi.
  • Setiap anggota yang melakukan investasi dan dalam operasionalnya menemukan masalah, PHRI bersedia menjadi fasilitator dengan pihak-pihak terkait selama tidak melanggar ketentuan-ketentuan hukum dan aturan-aturan lain.
  • Apabila anggota PHRI memiliki persoalan hukum dalam menjalankan usaha, maka akan lebih baik sebelum menjadi sengketa hukum diupayakan untuk dibicarakan di internal terlebih dahulu. Dimungkinkan dengan cara tersebut masalah hukum dapat diselesaikan dengan cara yang lebih simpatik dan PHRI bersedia dan berusaha menjadi mediator dan fasilitator sesuai dengan batas kewenangan.

 

Bidang Promosi dan Hubungan Luar Negeri
Bekerja sama dengan pemerintah dan assosiasi pariwisata lainnya adalah merupakan kewajiban dan keharusan. Melalui langkah ini PHRI diharapkan dapat turut serta dalam mempromosikan Bali sehingga pasar yang sudah ada tetap terpelihara dan pasar yang baru dapat dibuka seluas-luasnya untuk kepentingan pariwisata berkelanjutan. Disamping itu, dengan kerja sama yang baik antara seluruh komponen diharapkan semua potensi pariwisata yang telah kita miliki dapat dioptimalkan, melalui gerakan promosi bersama dengan jelas dan tepat sasaran serta dengan biaya yang relatif rendah karena ditanggung secara bersama-sama.
Pada beberapa Event Nasional dan Internasional seperti Trade Show dan Road Show PHRI sudah mendapatkan discount khusus untuk para anggotanya. Sekarang PHRI Bali sudah memiliki Website dan cara komunikasi menggunakan e-mail sehingga semua informasi promosi bisa disebarluaskan kepada seluruh anggota. Di samping manfaat umum tersebut di atas, ada pula manfaat khusus yang dapat diperoleh menjadi anggota PHRI, seperti dibawah ini.

  • Promosi dapat dilakukan secara sistematis, terorganisir dan terpadu sehingga terhindar dari pola-pola promosi parsial yang secara nyata lebih mahal, kurang efisien dan efektif.
  • Promosi dapat dilakukan dengan pola bergilir, berdasarkan atas azas kepantasan dan kepatutan sehingga kegiatan promosi yang dilakukan menjadi tepat sasaran dan hemat dan efektif.
  • Dalam konteks hubungan luar negeri, pengurus PHRI akan berupaya membantu anggota secara maksimal, terutama bila terjadi masalah dengan partner di luar negeri.

 

Bidang Kebudayaan dan Lingkungan
PHRI Bali percaya bahwa suksesnya industri pariwisata harus diimbangi dengan terpeliharanya kebudayaan dan lingkungan. Sukses atau tidaknya industri pariwisata tidak boleh hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Bali. Oleh karena itu tidak artinya, apabila kunjungan wisatawan sangat banyak, tetapi kebudayaan dan lingkungan Bali tidak dapat dilestarikan, apalagi dirusak oleh pembangunan pariwisata yang tidak terkendali.
Pendekatan dengan lembaga adat, Desa Pekraman, juga sudah dilaksanakan sehingga masalah-masalah adat di daerah akan bisa dibicarakan antar institusi untuk mendapatkan win-win solution. Oleh karena itu dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh BPD PHRI Bali, maka setiap masalah yang dialami oleh anggota dan berkaitan dengan budaya, adat dan lingkungan, PHRI dapat menjadi mediator dan fasilitator.

 

Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan
BPD PHRI Bali bekerja sama dengan institusi-institusi pendidikan khususnya Sekolah Tinggi Pariwisata dalam Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan. Dengan kerja sama ini diharapkan semua informasi mengenai rencana pembangunan pariwisata bisa terkoordinasi sehingga pada waktu membutuhkan tenaga lokal dan terlatih akan tersedia sesuai dengan yang dibutuhkan.
Dalam kerja sama antara PHRI dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali banyak hal yang dapat dimanfaatkan oleh anggota PHRI, diantaranya adalah seperti berikut ini.

  • Menyediakan program-program pelatihan untuk anggota yang memerlukannya.
  • Setiap anggota yang memerlukan SDM sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan dapat berhubungan STP Bali.
  • Anggota dapat meminta informasi dan saran-saran kepada STP Bali, dalam rangka pengembangan SDM setelah mendapatkan rekomendasi dari PHRI.
  • Setiap anggota yang memiliki masalah dapat memohon dilakukan penelitian untuk menemukan dan mengenali akar permasalahan secara lebih cermat dan akademis bersama-sama dengan STP Bali atau dengan lembaga pendidikan lain yang direkomendasi oleh PHRI.

 

Bidang Organisasi dan Kelembagaan
Berorganisasi itu penting dan fungsional bila dimanfaatkan dengan baik. Berorganisasi adalah proses untuk melakukan interaksi sosial, ekonomi, kultural, bahkan politik. Oleh karena itu masalah teknis perlu mendapatkan perhatian, seperti masalah administrasi. Dengan berfungsinya kantor/sekretariat BPD PHRI Bali di Renon-Denpasar, diharapkan administrasi keanggotaan seperti: kartu anggota, tanda anggota, administrasi keuangan, mekanisme komunikasi antar pengurus PHRI dan dengan anggota akan mulai ditata dengan rapi. Kedekatan lokasi kantor/sekretariat di Renon-Denpasar dengan kantor-kantor pemerintah dan Bali Tourism Board (BTB) yang sekarang bernama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali juga merupakan nilai tambah untuk kepentingan koordinasi.
Dengan berkembangnya teknologi informasi elektronik, PHRI juga akan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk membuat Homepage dan Mailing List, sehingga penyebaran informasi kepada anggota bisa dilakukan dengan cepat dan murah.
Rapat rutin antar pengurus BPD PHRI dengan pengurus BPC se-Bali juga dipandang perlu, selain untuk koordinasi juga untuk mempererat hubungan antar pengurus. Pada saat ini, masalah-masalah di daerah (BPC) bisa disampaikan sehingga bisa diperjuangkan bersama bilamana diperlukan. Lebih jelasnya manfaat teknis yang dapat diperoleh dengan menjadi anggota PHRI adalah seperti berikut ini.

  • Proses pembelajaran dalam memecahkan masalah secara bersama. Perlu dipahami dalam memecahkan persoalan, apakah besar atau kecil, sudah tentu jika diselesaikan secara bersama akan menghasilkan solusi yang lebih baik, jika dibandingkan dengan dilakukan secara sendiri/individu.
  • Wadah PHRI adalah tempat untuk melakukan interaksi vertikal maupun horizontal.
  • Menjadi anggota PHRI adalah belajar untuk mengikat diri dalam suatu kelembagaan dengan aturan organisasi yang jelas. Karena dalam masyarakat yang bercirikan komunalitas, suka atau tidak fenomena itu akan dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.


Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Lokal

PHRI menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya lokal dengan cara melaksanakan program-program pelatihan dengan institusi-institusi pendidikan dan penekanan pada “transfer of skill” dari tenaga-tenaga asing. Pada intinya PHRI percaya bahwa penduduk lokal harus juga menikmati kemajuan industri pariwisata ini, dan berusaha supaya penduduk lokal tidak merasa tergeser karena tidak bisa berkompetisi dengan penduduk luar.
Pemberdayaan sumber daya lokal sangat terkait dengan kepentingan seluruh komponen pariwisata. Oleh karena sadar atau tidak, pariwisata Bali dibangun dan dikembangkan dengan ciri yang khas, yakni bertumpu pada budaya Bali. Jadi sudah saatnya keberadaan PHRI Bali dan seluruh anggotanya untuk terlibat dalam pelestarian dan pemberdayaan sumber daya lokal.