Klasifikasi dan Re-klasifikasi Hotel

Klasifikasi dan Re-klasifikasi Hotel dilaksanakan oleh PHRI bekerjasama dengan Pemerintah.

Landasan:

  1. UU No.9 Tahun 1990
    Penggolongan kelas Hotel Bintang dan Melati adalah mandatory
  2. PP No.25 Tahun 2000
    Standar dan norma kepariwisataan bersifat nasional sehingga pengaturan masih dilaksanakan Pemerintah Pusat.
  3. Kepmen. Kebudayaan dan Pariwisata No. KM.3/HK.001/MKP.02
    Menunjuk PHRI sebagai Lembaga Independen

Latar Belakang:

  1. Mass tourism bergeser kearah individual tourism
  2. Pemberdayaan masyarakat dan peran pemerintah sebagai fasilisator

Maksud dan Tujuan:

  1. Memberi informasi kepada konsumen tentang kelas hotel di Indonesia.
  2. Konsumen dapat mengetahui kualitas produk baik fisik, pengelolaan maupun pelayanan.
  3. Penggolongan kelas hotel diarahkan pada self assessment.
  4. Pemberian perlindungan kepentingan konsumen (persyaratan dasar)
  5. Untuk memenuhi kriteria,  unsur-unsur yang dipergunakan dalam penilaian:
    • Standar hotel ramah lingkungan
    • Standar pengolahan makanan/minuman
    • Standar Kompentensi SDM
    • Penggunaan produk dalam negeri
    • Pemberdayaan masyarakat sekitar

Ruang Lingkup Kriteria Penggolongan Kelas Hotel

  1. Persyaratan Dasar
    1. Semua perijinan untuk operasi suatu hotel
    2. Kelaikan teknis instalasi atau peralatan yang dipergunakan hotel
    3. Sanitasi hygiene
    4. Standarisasi Keamanan hotel
  2. Persyaratan Teknis Operasional
    1. Fisik/Fasilitas penilaian 30%
    2. Manajemen/Pengelolaan penilaian 20%
    3. Pelayanan/services penilaian 50%