Pembinaan Peserta Program Penilaiaan Peringkat (PROPER) Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup tahun 2011

August 9, 2011

Selasa, 9 Agustus 2011, Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara berkerjasama dengan Balai Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten Badung menyelenggarakan pembinaan perserta Kegiatan Program Penilaian Peringkat (PROPER) Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup tahun 2011. Acara ini diselenggarakan di Inna Kuta Beach Hotel, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

SKPD Provinsi Bali, BPD PHRI Bali dan SKBBA juga turut menghadiri kegiatan tersebut. Adapun 13 hotel di Kabupaten Badung yang hadir dan dinilai, antara lain Discovery Kartika Plaza Hotel, The Oberoi Bali, The Royal Beach Seminyak Bali, Mercure Accor Hotels, The Westin Resort Nusa Dua Bali, Melia bali Indonesia, The Laguna resort and Spa, Ayodya resort Bali, Ayana Resort and Spa Bali, Four Seasons Resort Bali, Intercontinental Bali Resort, Nikko Bali resort and Spa dan Inna Kuta Beach Hotel.

Tujuan diadakan PROPER ini adalah sebagai penilaian dan evaluasi kinerja hotel dan restaurant dalam pengelolaan lingkungan hidup serta dilakukan pembinaan khusus kepada 13 peserta PROPER tersebut.

Oleh Bapak Suteja (Kepala BLH Pemkab Badung) masih ditemukan pelanggaran-pelanggaran terkait dengan pengelolaan lingkungan oleh bbeberapa hotel khususnya di Kabupaten Badung. Diharapkan hotel yang masih mempergunakan sistem pembuangan limbah dengan sistem Septictank agar segera dirubah memakai sistem WWT (Wash Water Treatment) atau WWG (Wash Water Garden).
Hal-hal yang dinilai dalam menentukan peringkat pengelolaan lingkungan yang baik yaitu:
1. pencemaran air
2. Pencemaran laut
3. Pencemaran udara
4. limbah B3 (Bahan Berat Beracun)
5. limbah domestic
6. amdal

Peringkat penilaian dikategorikan dengan warna hitam, merah, biru, hijau dan emas. Kepada industri (hotel), penerapan pengelolaan lingkungan merupakan pelaksanaan dari UU No. 32 th 2009 tentang PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP. Yang menjadi bahan evaluasi bukan proses pengurusan perijinan / administrasi, melainkan output dari pengelolaan. Diharapkan tidak ada hotel yang memperoleh kategori peringkat hitam, karrena apabila ini terjadi maka sudah langsung bisa diadukan ke pengadilan.